Minggu, 08 Desember 2013

Makna Pendidikan Budi Pekerti

budi pekertiPada hakikatnya, pendidikan budi pekerti memiliki substansi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Haidar mengemukakan bahwa pendidikan budi pekerti adalah usaha sadar yang dilakukan dalam rangka menanamkan atau menginternalisasikan nilai-nilai moral ke dalam sikap dan prilaku peserta didik agar memiliki sikap dan prilaku yang luhur (berakhlakul karimah) dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam berinteraksi dengan Tuhan, dengan sesama manusia maupun dengan alam/lingkungan.[1]

Dalam definisi yang lain dijelaskan bahwa secara konsepsional, pendidikan budi pekerti dapat dimaknai sebagai usaha sadar melalui kegiatan bimbingan, pembiasaan, pengajaran dan latihan, serta keteladanan untuk menyiapkan peserta didik menjadi manusia seutuhnya yang berbudi pekerti luhur dalam segenap peranannya di masa yang akan datang. Pendidikan budi pekerti juga merupakan suatu upaya pembentukan, pengembangan, peningkatan, pemeliharaan dan perbaikan perilaku peserta didik agar mau dan mampu melaksanakan tugas-tugas hidupnya secara selaras, serasi, seimbang antara lahir-batin, jasmani-rohani, material-spiritual, dan individu-sosial.[2]

Sedang secara operasional, pendidikan budi pekerti dapat dimaknai sebagai suatu upaya untuk membentuk peserta didik sebagai pribadi seutuhnya yang tercermin dalam kata, perbuatan, sikap, pikiran, perasaan, dan hasil karya berdasarkan nilai-nilai agama serta norma dan moral luhur bangsa Indonesia melalui kegiatan bimbingan, pelatihan dan pengajaran. Tujuannya agar mereka memiliki hati nurani yang bersih, berperangai baik, serta menjaga kesusilaan dalam melaksanakan kewajiban terhadap Tuhan dan terhadap sesama makhluk.[3]

Tujuan pendidikan budi pekerti adalah untuk mengembangkan nilai, sikap dan prilaku siswa yang memancarkan akhlak mulia/budi pekerti luhur. Hal ini mengandung arti bahwa dalam pendidikan Budi Pekerti, nilai-nilai yang ingin dibentuk adalah nilai-nilai akhlak yang mulia, yaitu tertanamnya nilai-nilai akhlak yang mulia ke dalam diri peserta didik yang kemudian terwujud dalam tingkah lakunya.[4]

Secara umum, dapat dikatakan bahwa hakekat dari tujuan pendidikan budi pekerti adalah membentuk pribadi anak supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat dan warga negara yang baik. Indikator manusia yang baik, warga masyarakat dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat atau bangsa, secara umum didasarkan atas nilai-nilai sosial tertentu yang banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat atau bangsa tersebut.

Oleh karena itu, hakikat pendidikan budi pekerti dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda. Contoh konkret dari hal tersebut adalah saling menghargai antara sesama umat beragama, tatakrama berbicara antara orang yang lebih muda dengan orang yang lebih tua dan lain sebagainya.

Dalam sebuah Hadits Rosulullah SAW, telah bersabda :

clip_image002

Artinya : Mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. (HR. Tirmidzi).


[1] Haidar Putra Daulay, Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia. Jakarta: Prenada Media, Cet. ke-1. 2004, hlm. 132.

[2] Pusat Pengembangan Kurikulum, Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Budi Pekerti untuk kelas I-VI SD. Depdiknas : Balitbang Puskur, 2001, hlm. 76.

[3] Ibid., hlm. 77.

[4] Haidar Putra Daulay. Op.cit. hlm. 134.

Sumber gambar dari sini

1 komentar:

  1. Hard Rock Hotel and Casino - MapYRO
    Hard Rock Hotel 정읍 출장샵 and Casino is a Native American Casino in 광주광역 출장샵 Biloxi, 아산 출장마사지 MS. Find reviews and discounts for AAA/AARP members, seniors, groups 당진 출장샵 & 오산 출장안마 military.

    BalasHapus

Terimakasih pada pengunjung dan silahkan tinggalkan komentar disini.... :)