Selasa, 24 April 2012

Prinsip-prinsip dalam Mengajar

Mengajar bukan tugas yang ringan bagi seorang guru, dalam mengajar guru berhadapan dengan sekelompok siswa, mereka adalah makhluk hidup yang memerlukan bimbingan dan pembinaan untuk menuju kedewasaan. Mengingat tugas yang berat itu, guru yang mengajar di depan kelas harus mempunyai prinsip-prinsip dalam mengajar, dan harus dilaksanakan seefektif mungkin.
Ada dua pendapat tentang prinsip-prinsip mengajar yaitu:
Pendapat yang mengemukakan bahwa prinsip-prinsip mengajar disimpulkan menjadi 10 prinsip sebagai berikut:
  1. Perhatian., Di dalam mengajar guru harus dapat membangkitkan perhatian siswa kepada pelajaran yang diberikan oleh guru. Perhatian akan lebih besar bila pada siswa ada minat dan bakat.
  2. Aktivitas., Dalam proses pembelajaran, guru perlu menimbulkan aktivitas siswa dalam berfikir maupun berbuat.
  3. Appersepsi., Setiap guru dalam mengajar perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa, ataupun pengalamannya.
  4. Peragaan., Waktu guru mengajar di depan kelas, harus berusaha menunjukkan benda-benda yang asli. Bila mengalami kesukaran boleh menunjukkan model, gambar, benda tiruan, atau menggunakan media lainnya.
  5. Repetisi., Bila guru menjelaskan sesuatu unit pelajaran, itu perlu diulang-ulang karena balik lagi bahwa kemampuan siswa dalam memahami itu berbeda-beda.
  6. Korelasi., Guru dalam mengajar wajib memperhatikan dan memikirkan hubungan antar setiap mata pelajaran. Begitu juga dalam kenyataan hidup semua ilmu/pengetahuan itu saling berkaitan.
  7. Konsentrasi., Hubungan antar mata pelajaran dapat diperluas; mungkin dapat dipusatkan kepada salah satu pusat minnat, sehingga siswa memperoleh pengetahuan secara luas dan mendalam.
  8. Sosialisasi., Dalam perkembangannya siswa perlu bergaul dengan teman lainnya. Siswa di samping sebagai individu juga mempunyai segi social yang perlu dikembangkan.
  9. Individualisasi., Siswa merupakan makhluk individu yang unik yang mempunyai perbedaan yang khas, seperti perbedaan inteligensi, minat bakat, hobi, tingkah laku, watak maupun sikapnya. Mereka berbeda pula dalam hal latar belakang kebudayaan, social ekonomi, dan keadaan orang tuanya. Guru harus menyelidiki dan mendalami perbedaan siswa (secara individu), agar dapat melayani pendidikan yang sesuai dengan perbedaannya itu.
  10. Evaluasi., Semua kegiatan pembelajaran perlu dievaluasi untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan yang telah dicapai.

Mursel mengemukakan prinsip-prinsip mengajar, yang disimpulkan menjadi 6 prinsip sebagai berikut:
  1. Konteks., Dalam belajar sebagian besar tergantung pada konteks belajar itu sendiri. Situasi problematic yang mencakup tugas untuk belajar hendaknya dinyatakan dalam kerangka konteks yang dianggap penting dan memaksa bagi pelajar dan yang melibatkan dia menjadi peserta yang aktif, justru karena tujuannya sendiri.
  2. Fokus., Dalam proses belajar perlu diorganisasikan bahan yang penting artinya siswa harus menjumpai kunci dan pembuktian yang diperlukan. Belajar yang penuh makna dan efektif harus diorganisasikan di suatu focus.
  3. Sosialisasi., Dalam proses belajar siswa melatih bekerja sama dalam kelompok berdiskusi. Mereka bertanggung jawab bersama dalam proses memecahkan permasalahan yang dibahas.
  4. Individualisasi., Dalam mengorganisasi belajar mengajar, guru memperhatikan taraf kesanggupan siswa, dan merangsangnya untuk menentukan bagi dirinya sendiri apa yang dapat dilakukan sebaik-baiknya.
  5. Sequence., Belajar sebagai gejala tersendiri dan hendaknya diorganisasikannya dengan tepat berdasarkan prinsip konteks, fokalisasi, sosialisasi dan individualisasi. Namun demikian guru harus juga memikirkan efektivitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktunya.
  6. Evaluasi., Evaluasi dilaksanakan untuk meneliti hasil dan proses belajar siswa, untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang melekat pada proses belajar itu. Evaluasi tidak mungkin dipisahkan dari belajar, maka harus diberikan secara wajar agar tidak merugikan.


============@@@===========

Referensi :  

Prof. Dr. Oemar Hamalik. 1998. Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara; Jakarta

Prof. Dr. S. Nasution, MA. 1995. Didaktik Asas-asas Mengajar. Bumi Aksara; Jakarta.

Drs. H. Martinis Yamin. 2007. Profesionalisasi Guru dan Implementasi KTSP. Gaung Persada Press; Jakarta.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. PT. Rineka Cipta; Jakarta.

Drs. Saiful Bahri Djamarah, Drs. Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. PT. Rineka Cipta; Jakarta.

W. James Popham, Eval Baker. 1981. Bagaimana Mengajar Secara Sistematis. Kanisius; Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih pada pengunjung dan silahkan tinggalkan komentar disini.... :)