Minggu, 15 September 2013

Peran Pesantren dalam Kehidupan Masyarakat

pesantrenKemunculan lembaga pendidikan pesantren tentunya mempunyai peranan tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Sejak awal kelahirannya, pesantren tumbuh dan berkembang di berbagai pedesaan. Keberadaan pesantren sebagai lembaga keislaman yang sangat kental dengan karakteristik Indonesia ini memiliki nilai-nilai strategis dalam pengembangan masyarakat Indonesia. Realitas menunjukkan, pada satu sisi sebagian besar penduduk Indonesia terdiri dari umat Islam, dan pada sisi lain mayoritas dari mereka tinggal di pedesaan.

Berdasarkan realitas tersebut, pesantren sampai saat ini memiliki pengaruh cukup kuat pada hampir seluruh aspek kehidupan di kalangan masyarakat muslim pedesaan yang taat. Kuatnya pengaruh pesantren tersebut membuat setiap pengembangan pemikiran dan interpretasi keagamaan yang berasal dari luar kaum elit pesantren tidak akan memiliki dampak signifikan terhadap way of life dan sikap masyarakat Islam di daerah pedesaan. Kenyataan ini menunjukkan bahwa setiap upaya yang ditunjukkan untuk pengembangan masyarakat, terutama di daerah –daerah pedesaan, perlu melibatkan dunia pesantren. (Abd. A’la, 2006:1-2).

Tantangan yang harus dihadapi saat ini dan kedepannya oleh pesantren sangat penting untuk didiskusikan secara intens agar pesantren benar-benar bisa eksis, berperan secara maksimal dalam mengantarkan masyarakat pada kemampuan untuk menyikapi kehidupan kontemporer dengan segala dampak yang dibawanya, dalam artian peran pesantren dalam transformasi sosial kemasyarakatan.

Selain peran pesantren sebagai sebuah sistem transformasi sosial, pesantren juga berperan sebagai pengembang pendidikan alternatif bagi masyarakat. Sebagaimana diungkapkan oleh Zamakhsyari Dhafir :

“...penilaian tentang keberhasilan pesantren sebagai pendidikan alternatif terletak salah satunya pada kemampuannya menyumbangkan pembangunan (mental) spiritual melalui pemberian ruang yang cukup untuk emotionalization of religious feeling yang diekspresikan secara intelektual. Selain itu, juga berpijak pada ketulusan pesantren untuk tetap menyatu dengan masyarakat sekaligus sebagai agen transformasi yang dapat mencerahkan mereka”. (Zamakhsyari Dhafir dalam Abd. A’la, 2006:26).

Kemampuan pesantren dalam hal tersebut di atas, akan mengantarkannya menjadi lembaga yang benar-benar hadir sebagai agen perubahan dalam arti yang sebenarnya, sekaligus sebagai penjaga moral yang kukuh di tengah proses dehumanisasi yang berjalan dengan kencang saat ini. Artinya, keberhasilan dalam hal tersebut akan membuat pesantren hadir sebagai agen civil society yang memiliki daya tawar tinggi.

2 komentar:

  1. tempat pendidikan agama seperti pesantren telah ada sebelum orang-orang Indonesia mengenal sistem pendidikan formal seperti sekarang ini.. jadi jelas bahwa pesantren memiliki peran yang sangat luar biasa dalam kehidupan umat Muslim di Indonesia..

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul benget... :) semoga pesantren tetap eksis di tengah2 masyarakat... :)

      Hapus

Terimakasih pada pengunjung dan silahkan tinggalkan komentar disini.... :)