Rabu, 01 Oktober 2014

Pengertian Membina Akhlak Berbicara

jaga lidah kitaMembina memiliki pengertian “mengusahakan agar lebih baik, mengupayakan agar sedikit lebih maju atau sempurna”.[1] Membina secara garis besarnya dapat dimaknai sebagai upaya untuk membuat sesuatu menjadi lebih baik atau lebih maju dan lebih meningkat dari keadaan sebelumnya.

Imam Al-Ghozali berpendapat, akhlak ialah sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa, yang menimbulkan segala perbuatan dengan gampang dan mudah tanpa memerlukan pikiran dan pertimbangan16. Pendapat lain akhlak yaitu pengetahuan tentang baik dan buruk yang perlu ada dalam pergaulan umat manusia yang menjelaskan tata cara dan tujuan yang harus dicapai dalam semua tingkah lakunya.[2]

Senin, 09 Desember 2013

Sejarah Kodifikasi Al-Qur’an

quran1_354693438A. Al-Qur’an pada masa Rasulullah SAW

Al-Qur’an diturunkan kepada nabi Muhammad Saw secara berangsur-angsur. Setiap Al-Qur’an turun, Rasulullah langsung mengajarkan ayat-ayat tersebut dan langsung mengajarkan kepada para sahabatnya dan mereka menghafalkannya di luar kepala. Selanjutnya para sahabat yang hafal Al-Qur’an disuruh pula oleh Rasulullah untuk mengajarkannya kepada yang lain.

Musyarakah Dan Permasalahannya

transaksi syariahPENDAHULUAN

Secara umum prinsip bagi hasil dapat dilakukan dalam empat akad utama, yaitu: al-musyarakah, al-mudharabah, al-muzara’ah, dan al-musaqah. Dalam makalah ini akan dipaparkan mengenai al-musyarakah dan di dalamnya terdapat pengertian, landasan hukum, jenis-jenis dan aplikasi dalam perbankan.

Sebagai penganut agama Islam, kaum Muslimin menghadapi situasi yang sedang berkembang dalam era globalisasi ekonomi, kaum Muslimin yang mempunyai keyakinan kepada Allah SWT, harus mampu menyesuaikan situasi intelektual dunia modern, khususnya dengan konsep mengenai uang dan perbankan.

Asbabun Nuzul

alquranul-karim-ilustrasi-_120728174651-157Pendahuluan

Para pakar ilmu-ilmu al-Qur’an, misalnya Syekh Abd al-Azhim al-Zarqaniy dalam “Manahil al-Irfanya” mendefinisikan asbab nuzul atau sabab nuzul sebagai berikut : kasus atau sesuatu yang terjadi yang ada hubungannya dengan turunnya ayat, atau ayat-ayat al-Qur’an sebagai penjelasan hukum pada saat terjadinya kasus.

Minggu, 08 Desember 2013

Makna Pendidikan Budi Pekerti

budi pekertiPada hakikatnya, pendidikan budi pekerti memiliki substansi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Haidar mengemukakan bahwa pendidikan budi pekerti adalah usaha sadar yang dilakukan dalam rangka menanamkan atau menginternalisasikan nilai-nilai moral ke dalam sikap dan prilaku peserta didik agar memiliki sikap dan prilaku yang luhur (berakhlakul karimah) dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam berinteraksi dengan Tuhan, dengan sesama manusia maupun dengan alam/lingkungan.[1]

Kamis, 05 Desember 2013

Pengelolaan Personel Pendidikan (Guru)

IMG_8405Kepala sekolah memegang peranan sangat penting dalam pengelolaan administrasi personil (guru) di sekolah. Kepala sekolah sebagai pemimpin dalam hal ini memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan administrasi personil (guru) di sekolah agar bekerja secara efektif.

Dilihat dari aspek penataan pegawai secara kronologis menurut proses penggunaannya, maka aspek tersebut meliputi : (1) cara memperoleh tenaga kerja yang tepat, (2) cara penempatan dan penugasan, (3) cara pemeliharaan, (4) cara pembinaannya, (5) cara mengevaluasi, dan (6) cara menangani pemutusan hubungan kerja. Keenam aspek yang telah disebutkan, secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi empat aspek penanganan, yaitu:

Rabu, 18 September 2013

Syarat-syarat Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warrahmah

101_0521Postingan ini merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya tentang Definisi Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah, dan Pondasi Dasar Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah. Dalam rangka mewujudkan sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah membutuhkan adanya kerja sama dari seluruh anggota keluarga, dan tidak hanya dibebankan kepada salah satu anggota keluarga saja, seperti suami atau isteri saja, Bahkan mertua, anak menantu, sanak kerabat dan pembantu rumah tanggapun juga ikut mengemban tugas dalam menciptakan sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah.

Pondasi Dasar Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

101_0339Pada kesempatan kali ini melanjutkan dari postingan sebelumnya yaitu tentang Definisi Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah, maka pada kesempatan ini akan kita bahas mengenai  dasar-dasar pembentukan keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah menurut Islam tentunya. Berbicara soal dasar maka  tidak akan jauh dari ayat-ayat Al-Qur’an sebagai dasar utama segala hukum Islam. Beberapa ayat al-Quran yang menjelaskan tentang pembentukan keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah ini dijelaskan sebagai berikut :

Selasa, 17 September 2013

Definisi Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah

ertertertertretKita sering mendengar istilah sakinah, mawaddah, warahmah, kata-kata ini begitu populer terlebih lagi ketika kerabat ataupun kenalan kita hendak melaksanakan sebuah hajat pernikahan. Siapapun orangnya ketika menginjak dunia rumah tangga pasti menginginkan kehidupan yang sakinah, mawaddah, warahmah. Kata-kata ini begitu mudah untuk diucapkan, namun dalam kenyataannya untuk membentuk sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh sinkronisasi antara niat, pemahaman dan perbuatan.

Minggu, 15 September 2013

Peran Pesantren dalam Kehidupan Masyarakat

pesantrenKemunculan lembaga pendidikan pesantren tentunya mempunyai peranan tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Sejak awal kelahirannya, pesantren tumbuh dan berkembang di berbagai pedesaan. Keberadaan pesantren sebagai lembaga keislaman yang sangat kental dengan karakteristik Indonesia ini memiliki nilai-nilai strategis dalam pengembangan masyarakat Indonesia. Realitas menunjukkan, pada satu sisi sebagian besar penduduk Indonesia terdiri dari umat Islam, dan pada sisi lain mayoritas dari mereka tinggal di pedesaan.

Sabtu, 14 September 2013

Pengajian Antara Maghrib dan Isya (PAMI)

mari_mengaji1Pengajian Antara Maghrib dan Isya (PAMI) merupakan sistem pembelajaran dan pengajian Al-Qur’an yang waktunya dilaksanakan ba’da sholat Maghrib sampai menjelang sholat Isya. Sistem pengajian seperti ini banyak menyebar di kalangan masyarakat khususnya yang beragama Islam, pengajian ini dilakukan di masjid-masjid atau mushola dan dibina secara langsung oleh seorang atau beberapa orang ustad.

Kamis, 21 Februari 2013

Definisi Prestasi Belajar

imagesMenurut Syaiful Bahri Djamarah, prestasi belajar adalah “...hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan pada diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar.”[1] Muhibbin Syah mendefenisikan prestasi belajar sebagai “...perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar siswa, baik yang berdimensi cipta dan rasa maupun yang berdimensi karsa.”[2] M. Dimyati dan Mudjiono mendefenisikan prestasi belajar sebagai “…hasil dari suatu interaksi dari belajar dan mengajar.”[3]

Kesimpulannya bahwa prestasi belajar adalah hasil belajar yang diperoleh dan tampak nyata pada setiap siswa berupa penambahan pengetahuan, timbulnya pengalaman baru dan perubahan tingkah laku. Proses pembelajaran selalu memperoleh hasil belajar yang dicapai. Dari sini dapat diambil gambaran tentang keberhasilan belajar dalam bentuk penentuan raport.

Definisi Guru Pendidikan Agama Islam

BW0015Dalam Undang-undang no. 20 tahun 2003 tentang sisdiknas, dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan guru atau pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.[1]

Guru adalah salah satu unsur manusia dalam proses pendidikan. Unsur manusiawi lainnya adalah anak didik. Guru dan anak didik berada dalam suatu relasi kejiwaan. Keduanya berada dalam proses interaksi edukatif dengan tugas dan peranan yang berbeda. Guru yang mengajar dan mendidik dan anak didik yang belajar dengan menerima bahan pelajaran dari guru di kelas. Guru dan anak didik berada dalam koridor kebaikan. Oleh karena itu, walaupun mereka berlainan secara fisik dan mental, tetapi mereka tetap seiring dan setujuan untuk mencapai kebaikan akhlak, kebaikan moral, kebaikan hukum, kebaikan sosial, dan sebagainya.[2]

Rabu, 02 Januari 2013

Definisi Pondok Pesantren

pesantren“Pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional Islam untuk mempelajari, memahami, mendalami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman prilaku sehari-hari”. (Rofiq A. dkk, 2005:1).

“Pesantren merupakan institusi pendidikan keislaman yang menanamkan nilai-nilai tentang pentingnya tradisi keilmuan klasik dengan berbagai pengenalan terhadap khazanah keilmuan dari aspek bahasa, sejarah, kalam, tafsir, tasawuf, fiqih, dan bahkan logika” (Misrawi, 2010:halaman kata pengantar).

Rabu, 26 Desember 2012

Usaha-usaha Menanggulangi Kenakalan Remaja

KENAKALAN-REMAJAaMelihat begitu maraknya kasus kenakalan remaja yang ada di sekitar kita, maka perlu kiranya kita pikirkan bersama bagaimana upaya-upaya yang bisa kita lakukan untuk menekan tingkat kenakalan remaja tersebut. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan apabila kita mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap problematika remaja. Dalam sebuah buku dijelaskan bahwa usaha untuk menanggulangi kenakalan remaja dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

USAHA PREVENTIF

Yang dimaksud dengan usaha preventif ialah usaha yang dilakukan secara sistematis berencana dan terarah kepada tujuan untuk menjaga agar kenakalan itu tidak timbul. Usaha preventif lebih besar manfaatnya daripada usaha kuratif, karena jika kenakalan itu sudah meluas amat sulit menanggulanginya. Menghamburkan biaya, tenaga dan waktu sedangkan hasilnya tidak seberapa. Berbagai usaha preventif dapat dilakukan, tetapi secara garis besarnya dapat dikelompokkan atas tiga bagian yaitu:

Faktor-faktor Gangguan Tingkah Laku dan Kenakalan Remaja

KENAKALAN REMAJAFaktor-faktor biologi anak

Gangguan tingkah laku yang terjadi pada seorang anak dapat diprediksi dari tempramen yang dimiliki oleh anak tersebut. Aspek-aspek kepribadian seperti tingkat aktivitas anak, respon emosional, kualitas mood dan adaptasi sosial merupakan bagian dari tempramen anak. Apabila orang tua menanggapi temperamen ini dengan tidak sabar, tidak konsisten dan banyak memberikan larangan pada anaknya, maka kelak anak ini akan mengalami gangguan tingkah laku.

Aspek kognitif anak juga mempengaruhi terjadinya gangguan tingkah laku. Anak yang kurang mampu memecahkan masalah sosial, melihat suatu masalah sebagai suatu permusuhan, cenderung mengalami gangguan tingkah laku di kemudian hari. (Soetjiningsih. 2007:243).

Sabtu, 22 Desember 2012

Definisi Remaja dan Kenakalan Remaja

Istilah remaja berasal dari latin adolescere (kata bendanya, adolescentia yang berarti remaja)  mempunyai arti “tumbuh” atau “tumbuh menjadi dewasa”. Dalam bahasa Inggris, murahaqoh adalah adolesence yang berarti at-tadarruj (berangsur-angsur). Jadi, artinya adalah berangsur-angsur menuju kematangan secara fisik, akal, kejiwaan dan sosial serta emosional. (Muhammad Al-Mighwar. 2006:55).

Fase remaja merupakan segmen perkembangan individu yang sangat penting, yang diawali dengan matangnya organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu bereproduksi. Sementara Salzman dalam Syamsu Yusuf mengemukakan bahwa remaja merupakan masa perkembangan sikap tergantung (dependence) terhadap orang tua kearah kemandirian (independence), minat-minat seksual, perenungan diri, dan perhatian terhadap nilai-nilai estetika dan isu-isu moral.  (Syamsu Yusuf. 2009:184).

Rabu, 12 Desember 2012

Membina Kepribadian yang Islami


Setiap manusia terlahir dengan berbagai keunikannya. Keunikan dalam tingkah laku, sikap dan kepribadiannya. Kepribadian ini tumbuh seiring dengan perkembangan tubuh dan jiwa seseorang sesuai dengan lingkungan dimana tempat ia berada. Kepribadian erat kaitannya dengan bagaimana ia dididik oleh orang tua, lingkungan bergaul dan terutama lingkungan keluarga, karena lingkungan pada dasarnya akan sangat berpengaruh terhadap kepribadian seseorang. Pribadi atau kepribadian menurut Asmaran yakni suatu bentuk prinsip-prinsip yang terkandung dalam diri seseorang, yang menyangkut dengan sikap dan tingkah laku. (Asmaran, 1992:1). Pribadi atau kepribadian adalah suatu totalitas psikofisis yang kompleks dari individu sehingga nampak dalam tingkah lakunya yang unik. (Sujanto dkk, 2004: 12) Kepribadian adalah bentuk kejiwaan yang ada pada seseorang yang dapat dilihat dari pembicaraan dan tingkah lakunya.

Kamis, 06 Desember 2012

Workshop Peningkatan Kompetensi Guru (PKG)



Beberapa hari yang lalu tepatnya mulai dari tanggal 29 Nopember sampai 4 Desember 2012, civitas akademika IAIN STS Jambi khususnya yang dipercaya untuk menjadi panitia pelaksana Peningkatan Kompetensi Guru begitu sibuknya mempersiapkan segala hal yang terkait dengan pelaksanaan PKG tahun 2012 ini. Pelaksanaan PKG yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam ini dikhususkan bagi guru-guru yang mengajar Pendidikan Agama Islam di berbagai sekolah umum di seluruh Indonesia. Meskipun tentunya tidak semua guru PAI dapat terjaring dan mengikuti kegiatan PKG ini, namun setidaknya secara bertahap pemerintah melalui instansi terkait berupaya untuk memberikan pelatihan dan pembekalan dalam bentuk kegiatan PKG ini.

Kamis, 18 Oktober 2012

Filsafat "Ibnu Thufail"


Sumber Gambar
PENDAHULUAN

Dunia Islam telah melahirkan banyak para ahli filsafat yang hebat dengan karya-karyanya yang sangat luar biasa, tetapi mereka dianggap sebagai satu kelompok yang hilang dalam sejarah pemikiran manusia, maka tidak heran lagi apabila sejarah lebih mengenal tokoh-tokoh Yunani dan Barat dibandingkan dengan tokoh-tokoh filsafat Islam.

Beberapa tokoh filsafat Islam seperti Al-Kindi, Al-Farabi, dan Ibnu Sina memang mendapat pengiktirafan Barat, tetapi mereka tidak mendapat tempat sewajarnya dibandingkan dengan ahli filsafat Yunani seperti Plato dan Aristoteles. Ini mungkin disebabkan kajian mengenai mereka masih belum memadai dan jauh dari pada memuaskan.